Cara Mendaur Ulang Limbah Pabrik Beton

Beton adalah salah satu komponen yang sering sekali digunakan dalam berbagai proyek pembangunan. Tak heran jika permintaan akan beton semakin hari semakin bertambah. Hal ini kemudian menimbulkan adanya peningkatan produksi yang semakin naik dari waktu ke waktu, sehingga memerlukan pengelolaan limbah yang serius. Berikut ini adalah beberapa cara yang bisa dilakukan dalam mengelola limbah beton.

  1. Mendaur Ulang Limbah Air Jadi Air Bersih Siap Pakai

Cara pertama dalam mendaur ulang limbah pabrik beton adalah dengan mendaur ulang limbah air karena beton ready mix yang 15% hingga 20 % komposisinya berupa air. Cara pendaur ulangan yang satu ini telah lama dilakukan oleh PPB Bogor yang merupakan salah satu pabrik beton pracetak tertua yang ada di Indonesia.

Jadi air limbah beton didaur ulang dengan menggunakan metode aerasi. Caranya yaitu dengan menambahkan oksigen selama beberapa waktu. Dengan begitu pH air limbah akan kembali normal lagi dan menurunkan kadar berbagai unsur kimia yang berbahaya didalamnya.

Hasil dari sebuah penelitian mengatakan jika air limbah yang didaur ulang dengan metode aerasi ini bisa digunakan lagi karena termasuk ke dalam standart kelas 1. Metode Aerasi yang dilakukan oleh PPB Bogor ini sendiri juga didukung oleh peraturan Pemerintah No.82 tahun 2001 mengenai pengelolaan kualitas air dan pengendalian pencemaran air.

  1. Mendaur Ulang Limbah Drum dan Ban Bekas Jadi Barang Siap Pakai

Selain PPB Bogor, PPB Karawangpun tak mau kalah dan juga melakukan proses daur ulang limbah sejak lama. Di PPB Karawang, drum bekas oil di daur ulang lalu dijadikan kursi dan meja yang cukup fungsional. Sedangkan untuk ban bekas alat berat digunakan lagi sebagai pot yang bisa digunakan untuk menanam tanaman. Sepatu bot yang rusak dan tidak dapat digunakan juga bisa dimanfaatkan untuk mempercantik kawasan pabrik dengan cara menggunakannya sebagai penganti pot. Hal inilah yang kemudian membuat PPB Karawang mendapatkan banyak pujian dari berbagai pihak atas kreativitasnya dalam memanfaatkan limbah pabrik beton.

  1. Mengubah Limbah Beton jadi Bahan Beton Baru

Cara yang ramah lingkungan dalam memproduksi beton adalah dengan menyulap bekas reruntuhan bangunan beton jadi bahan dasar untuk membuat beton yang baru.  Dengan mendaur ulang lagi beton bisa digunakan kembali dengan cara memanfaatkan limbah material bekas konstruksi beton sebagai subtisusi 100 persen dari jumlah kebutuhan agregat. Jadi limbah beton bekas yang sudah tidak terpakai lagi dihancurkan lagi untuk menghasilkan agregat kasar dan juga agregat halus. Untuk menghancurkan beton bekas ini bisa dilakukan dengan cara manual yaitu dengan palu.

Selanjutnya disaring sesuai dengan ukuran saringan yang tersedia. Material yang tertinggal di saringan jadi agregat yang kasar pengganti krikil . Sedangkan untuk yang lolos akan dihancurkan dengan menggunakan mesin Los Angeles sampai seperti pasir dan disaring lagi jadi agregat halus. Hasil dari beton daur ulang ini tentunya tidak bisa dipandan sebelah mata. Alasannya karena dalam sebuah hasil uji abrasi, beton daur ulang ini mempunyai tingkat keausan yang sama dengan krikil Kulon Progo.

Daur ulang yang dilakukan oleh pabrik produksi beton tersebut tentunya bisa jadi salah satu bukti jika penanganan isu lingkungan karena limbah beton dilakukan dengan sangat serius. Selain itu, hal ini juga bisa dijadikan bukti jika praktik 3R juga benar-benar dilakukan demi terwujudnya lingkungan yang terjaga dan asri.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *