Keawetan dan Kualitas Dinding Bangunan

Keawetan dan kualitas dinding bangunan

Membeli bangunan atau rumah tentunya tidak hanya soal menyediakan uang lalu urusan beres. Namun dalam prosesnya kita harus hati-hati, terutama dalam hal kualitas bangunan. Tentunya kita pernah mendengar atau menyaksikan sendiri ada dinding bangunan yang tampak sangat kuat dan masing baru, namun tiba-tiba jatuh.

Selanjutnya dinding tersebut rubuh tanpa sebab yang jelas. Memang dinding yang tampak kokoh tidak berarti jadi jaminan dari kualitasnya yang baik dan kuat. Alasannya karena kekuatan dinding tak hanya dapat dilihat dari sisi penampilan luar atau usia dari dinding saja. Paling tidak terdapat beberapa faktor penentu keawetan dan kualitas dinding bangunan.

Faktor Internal

Keawetan dan kualitas dinding bangunan

 

Sumber: arsitur.com

Keawetan dan kualitas dinding bangunan, pada dasarnya dipengaruhi oleh faktor internal sebagai berikut:

  • Konstruksi

Faktor pertama adalah konstruksinya. Apabila proses pembuatannya tidak sempurna tentu saja akan menimbulkan efek kekuatan dinding jadi lemah. Misalnya saja ukuran dari besi tulang yang terlampau kecil, sambungan gelang- gelang yang kurang rapat dan terdapat bagian yang lepas.

Hal tersebut tentunya akan membuat kualitas dinding menjadi berkurang. Demikian juga dengan total kolom dan lain sebagainya juga harus dihitung sesuai dengan besarnya dinding dan ukuran bangunan yang nantinya akan dibuat.

  • Material Bangunan

Faktor selanjutnya adalah material bangunan terutama batu bata dan campuran semen serta pasir yang digunakan untuk membuat adonan nat atau penempelan dan lapisan plester. Pastikan batu bata yang anda gunakan memiliki kualitas yang bagus. Selain itu, air yang digunakan dalam pembuatan adonan juga memiliki pengaruh yang besar pada kualitas dinding.

Untuk itulah, gunakan air yang sesuai dengan aturan yang sudah ditetapkan. Hal lainnya yang berhubungan dengan air adalah rembesan yang masuk dalam struktur dinding. Air ini bisa saja muncul dari saluran yang menempel di dinding dan bocor, kualitas plester yang jelek selanjutnya membuat air hujan masuk lalu merembes dan sebagainya.

  • Pondasi

Faktor kedua adalah pondasi. Elemen yang satu ini haruslah dibuat dengan kedalaman yang pas dan sesuai dengan tinggi bangunan. Selain itu kondisi tanah juga harus diperhatikan. Hal ini karena pondasi dan kondisi tanag memiliki hubungan erat satu sama lainnya.

  • Proses Pembuatan Dinding

Faktor lain yang tak kalah penting adalah proses pembuatan dinding itu sendiri. Jadi dalam prosesnya tidak boleh dikerjakan asal-asalan saja. Meski tampak pembuatan dinding tampak sederhana, tapi jika tidak dilakukan dengan teliti tentunya akan mengurangi kualitas dinding yang dibuat. Pastikan ukuran, proses pembuatan adonan, pemasangan batu bata dan lain sebagainya dikerjakan dengan baik dan oleh orang yang telah berpengalaman.

  • Usia Dinding

Dinding yang sudah terlalu tua tentu saja akan mengurangi kualitas ataupun kekuatan dinding. Namun bila dinding tersebut dirawat dengan baik dan benar maka umur penggunaanya juga bisa lebih lama. Apabila terdapat keretakan pastikan untuk segera memperbaiki dan menambalnya. Dengan begitu, keretakan ini tidak akan melebar ke mana-mana.

Faktor Eksternal

Keawetan dan kualitas dinding bangunan

Selain faktor di atas, kualitas dinding juga dipengaruhi faktor lain yang sifatnya eksternal.

  • Cuaca

Faktor eksternal berbahaya lainnya adalah cuaca dan suhu udara. Jika suhu terlalu lembab akan membuat dinding jadi lebih mudah terkena jamur dan lumut. Sebaliknya bila terlalu panas, biasanya dinding akan mudah retak dan pecah-pecah di bagian permukaanya. Dua hal tersebut dapat membut kualitas dinding berkurang. Namun jika anda mau memberi lapisan anti jamur dan lumut serta menggunakan adonan yang tepat, maka efek buruk dari perubahan cuaca tersebut bisa diminimalisir.

  • Adanya Pohon

Didekat dinding bangunan terdapat pohon dengan ukuran yang besar. Akar pohon yang terus tumbuh dan membesar dapat masuk ke dalam struktur dinding dan merusaknya. Akibatnya kekuatan konstruksi dan pondasi dalam menahan beban berkurang. Dengan begitu, dinding jadi lebih mudah rusak bahkan roboh.

Untuk itulah, jika anda menanam pohon, meskipun ukurannya masih kecil harus memperhitungkan bagaimana jadinya nanti jika pohon tersebut jadi besar. Baiknya anda memilih pohon peneduh yang akarnya dapat tumbuh ke dalam tanah, tidak menjalar kearah samping.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk Anda semua..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *