Memilih Kontraktor Pengolahan yang Baik

kontraktor pengolahan

Anda tentunya sering mendengar tentang istilah kontraktor bukan? Meski sering mendengar, bukan berarti setiap orang memahami istilah ini. Secara umum, kontraktor merupakan suatu badan usaha atau individu yang melakukan kontrak kerja dengan pihak lain untuk memasok barang atau menyelesaikan pekerjaan tertentu. Untuk beberapa kalangan, istilah kontraktor ini lebih dikenal dengan nama jasa pemborong. Jasa pemborong sendiri merupakan suatu usaha di bidang pengerjaan konstruksi bangunan dengan sistem pembayaran borongan atau paketan dari awal hingga pekerjaan selesai.

Bidang Pekerjaan Kontraktor di Indonesia

kontraktor pengolahan

Pada dasarnya ada beberapa bidang pekerjaan yang bisa dikerjakan oleh kontraktor seperti pembangunan jalan raya, penyediaan alat generator, pembuatan instalasi listrik dan lain sebagainya. Selain bekerja sendirian, kontraktor biasanya juga bekerja sama dengan kontraktor lain saat mendapat proyek atau pekerjaan dengan nilai kontrak dan skala yang besar.

Di Indonesia sendiri terdapat cukup banyak kontraktor aktif yaitu sekitar 180.000 badan usaha/perorangan yang aktif menerima tender dari pemilik proyek. Meskipun cukup banyak jumlahnya, namun kontraktor-kontraktor aktif ini memiliki bidang atau jenis pekerjaan yang berbeda-beda. Berikut ini adalah jenis-jenis bidang dan sub bidang yang dikerjakan oleh kontraktor di Indonesia:

  • Bidang arsitektural meliputi perumahan tunggal dan Koppel, perumahan multi hunian, bangunan pergudangan dan industri, bangunan komersial, bangunan non perumahan, fasilitas pelatihan sport di luar gedung, tempat rekreasi, pertamanan, pemasangan aksesoris bangunan, pekerjaan dinding dan jendela, pekerjaan interior, pengerjaan logam, pengerjaan kayu hingga pengerjaan bangunan dan gedung.
  • Bidang elektrikal meliputi pembangkit tenaga listrik semua daya, pembangkit tenaga listrik dengan daya maksimal 10 MW, jaringan transmisi tenaga listrik baru dan terbarukan, jaringan transmisi tenaga listrik tegangan tinggi dan ekstra tegangan, jaringan transmisi telekomunikasi, instalasi kontrol dan instrumentasi, instalasi listrik gedung dan pabrik hingga instalasi listrik lainnya.
  • Bidang mekanikal meliputi instalasi pemanasan, ventilasi udara dan AC, perpipaan air dalam bangunan, instalasi pipa gas dalam bangunan, insulasi dalam bangunan, instalasi lift dan escalator, pertambangan dan manufaktur, instalasi thermal, bertekanan, minyak, gas dan pekerjaan rekayasa, konstruksi alat angkut dan alat angkat, konstruksi perpipaan minyak, gas dan energi, fasilitas produksi penyimpanan minyak dan gas hingga jasa penyedia perlatan konstruksi.
  • Bidang sipil meliputi jalan raya dan jalan lingkungan, jalan kereta api, lapangan terbang dan runway, jembatan, jalan laying, terowongan, jalan bawah tanah, pelabuhan dan dermaga, drainase kota, bendungan, irigasi, pengerukan dan pengurukan, pekerjaan penghancuran, penyiapan dan pengupasan lahan, penggalian dan pemindahan, pemancangan, pondasi, kerangka atap, pembetonan, konstruksi baja hingga pelaksana khusus.
  • Bidang tata lingkungan meliputi perpipaan minyak, perpipaan gas, perpipaan air bersih, pengolahan air bersih, instalasi pengolahan limbah, pekerjaan pengeboran air hingga reboisasi.

Perbedaan bidang pekerjaan kontraktor di Indonesia ini membuat pemilik proyek lebih mudah dalam menemukan kontraktor yang diinginkan.

Memilih Kontraktor Pengolahan yang Baik

kontraktor pengolahan

Dari sekian banyak jenis kontraktor, kontraktor pengolahan menjadi salah satu yang cukup dicari oleh pemilik proyek. Kontraktor pengolahan masuk dalam kategori tata lingkungan. Jenis kontraktor ini tidak hanya dibutuhkan oleh pemilik proyek berskala besar seperti perusahaan, pabrik dan institusi pemerintah saja. Kontraktor pengolahan juga dicari oleh pemilik proyek skala kecil  yang membutuhkan pengolahan air bersih ataupun limbah.

Untuk memilih kontraktor pengolahan yang tepat maka ada beberapa hal yang harus diperhatikan oleh pemilik proyek yaitu sebagai berikut:

  • Legalitas usaha kontraktor
  • Pengalaman yang cukup dan hasil pekerjaan di proyek sebelumnya
  • Budget atau biaya yang sesuai
  • Kualitas pelayanan atau pekerjaan
  • Rekomendasi dari pihak lain
  • Pertimbangkan kontraktor yang mau terikat kontrak resmi dan pemberian garansi

Kelima hal di atas penting untuk diperhatikan dan dijadikan bahan pertimbangan sebelum anda memutuskan untuk memilih kontraktor pengolahan.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *