Panduan Menentukan Harga Sewa Properti

Nilai properti semakin tinggi karena kebutuhan akan tempat tinggal dan bangunan juga meningkat. Apalagi di daerah perkotaan yang padat penduduk untuk bangunan dengan lahan sempit memiliki nilai yang cukup mahal. Hal ini bisa jadi kesempatan bagi beberapa orang yang memiliki banyak aset properti untuk menyewakannya. Dengan menyewakan properti anda maka pendapatan akan bertambah dan anda juga tidak dipusingkan dengan pemeliharaan properti tersebut.

Patokan Harga Sewa Properti

Ketimbang anda anggurin dan tidak mendapatkan tambahan uang jika tidak anda gunakan mending disewakan saja. Nah, tentunya ada harga sewa properti yang perlu anda kenakan kepada sipenyewa. Patokan harga sewa ini bisa dilandasi beberapa faktor diantaranya ialah sebagai berikut

  • Lokasi

Lokasi memberikan pengaruh penting dalam harga sewa sebuah properti. Semakin strategis lokasinya maka harga properti sewa tersebut semakin tinggi. Akses yang mudah akan membuat pihak penyewa dapat meminimalisir biaya transportasi.

  • Fasilitas Properti

Harga sewa properti juga bisa anda nilai dari fasilitas yang ditawarkan. Misalnya saja untuk properti pertokoan selain lokasi strategis ruko yang anda tawarkan terdiri dari dua lantai. Ada dua kamar mandi ,pos satpam atau kolam renang untuk properti berupa tempat tinggal.

  • Bangunan yang kokoh

Harga properti juga bisa dipengaruhi dengan keadaan bangunan properti itu sendiri. Jika bangunan anda masih baru biasanya harga sewa bisa lebih tinggi ketimbang bangunan lama. Interior juga ikut berperan dalam harga sewa yang ditetapkan.

  • Cek harga pasaran

Tidak lupa anda harus rajin cek harga pasaran properti yang anda miliki. Jangan sampai harga sewa properti anda jadi lebih tinggi dari pasarannya sehingga banyak penyewa yang enggan untuk menyesa. Jika terlalu rendah maka anda akan dirugikan bukannya malah untung.

Cara Menghitung Harga Sewa Properti

Untuk menghitung harga sewa properti anda bisa pula dengan menggunakan rumus berikut ini

Jika lahan anda kosong maka cap rate-nya mencapai 0,5- 2%

Jika berupa rumah maka cap rate berkisar 3-5%

Apabila ruko cap rate-nya berkisar 6-9%

Apabila properti yang anda miliki berupa kios atau toko maka cap rate berkisar 5-10%

Jika berupa kondominium atau apartemen maka cap rate mencapai 7-12%

Untuk menghitung tarif sewa rupiah per tahun bisa dengan mengkali harga properti dengan cap rate jenis properti yang anda miliki. Misalnya saja anda memiliki apartemen seharga Rp.200.000.000 maka harga sewa per tahunnya ialah Rp 200.000.000 x 12% = 24.000.000 setahunnya. Harga sewa ini merupakan harga minimum agar tidak rugi.

Tidak hanya fokus saja pada harga sewa namun anda juga harus aktif mempromosikan properti yang dimiliki. Anda bisa memposting hunian anda dalam market place yang khusus menyewakan properti atau kos-kosan. Foto kondisi dalam dan luar bangunan agar yang melihatnya tertarik untuk menyewa. Deskripsikan secara detail fasilitas apa saja yang properti anda miliki. Jika anda mempunyai kriteria tertentu untuk yang menyewa maka kemukakan dimuka. Selain promosi online lakukan pula promosi offline seperti menaruh papan pengumuman disewakan. Anda bisa menaruh contacts person pada baliho atau reklame.

Selama menunggu calon penyewa perhatikan perawatan properti yang dimiliki. Paling tidak satu Minggu sekali anda bersihkan dari debu agar lebih bersih, terawat dan tidak rusak. Sebelum ada pengecekan properti oleh calon penyewa sebaiknya anda cek terlebih dahulu properti yang dimiliki. Apakah ada yang mengalami kebocoran maupun perlu diperbaiki. Semoga dengan mengikuti tips diatas anda tak bingung lagi menentukan harga sewa yang pas untuk properti anda.

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *