Pengaruh Material yang Digunakan pada Bangunan

pengaruh material

Dalam mendirikan suatu bangunan, penting bagi anda untuk mengetahui seluk beluk material bangunan terhadap bangunan yang akan didirikan, termasuk juga pengaruhnya. Dengan mengetahui pengaruh material maka anda bisa memutuskan material mana yang sesuai dengan kebutuhan anda. Nah, untuk lebih jelasnya berikut ini akan kita bahas mengenai jenis-jenis dan pengaruh material yang digunakan pada bangunan:

pengaruh material

Pengaruh Material Batu pada Bangunan

Batu menjadi salah satu material bangunan klasik dan paling mudah ditemukan. Ada banyak jenis batu yang bisa digunakan dalam konstruksi dan anda bisa memilihnya sesuai dengan tujuan konstruksi itu sendiri. Batu adalah material bangunan yang sangat padar sehingga bisa melindungi secara menyeluruh. Namun sayangnya batu sulit memberikan temperatur hangat, jadi suhu dalam ruangan akan terasa lebih dingin jika material batu digunakan.

Pengaruh Material Batu Bata pada Bangunan

Salah satu material yang umum digunakan dalam konstruksi adalah batu bata. Material yang dibuat dari tanah liat yang dibakar hingga berwarna kemerahan ini digunakan sebagai bahan bangunan penyusun dinding. Meskipun saat ini sudah ada gypsum dan bambu yang bisa menggantikan fungsi batu bata dalam konstruksi dan harganya lebih murah, namun nyatanya batu bata masih menjadi material yang populer. Penggunaan batu bata pada bangunan akan membuat konstruksi dinding lebih kuat dan kokoh.

Pengaruh Material Kayu pada Bangunan

Selain batu, kayu juga menjadi salah satu material bangunan yang sudah lama digunakan. Kayu biasanya berasal dari pohon atau tumbuhan berserat. Selain digunakan sebagai bahan bangunan, kayu juga digunakan untuk membuat lemari, kursi dan lain sebagainya. Beberapa hal yang membuat kayu populer sebagai material bangunan adalah beratnya yang bisa disesuaikan, kokoh dan kuat meski dibengkokkan, hingga semakin kokoh saat kayu dipadatkan secara vertikal.

Tidak hanya itu saja, nyatanya kayu juga cocok untuk segala musim sehingga aman digunakan dalam konstruksi. Biasanya kayu akan digunakan sebagai alat untuk menopang bagian atap hingga tiang untuk menyangga.

Pengaruh Material Metal pada Bangunan

Salah satu material bangunan paling kuat adalah metal. Material ini biasanya digunakan sebagai kerangka konstruksi bangunan besar atau sebagai pelapis permukaan gedung. Pada dasarnya ada cukup banyak jenis metal yang digunakan dalam bangunan seperti titanium, baja, krom, perak hingga emas.  Namun untuk struktur bangunan, baja, titanium dan campuran aluminium-timah bisa menjadi pilihan. Sedangkan krom, emas dan perak lebih cenderung dijadikan sebagai dekorasi.

Pengaruh Material Lumpur dan Tanah Liat pada Bangunan

Penggunaan tanah liat dan lumpur pada konstruksi bangunan biasanya bergantung pada bentuk bangunan seperti apa yang diinginkan. Kualitas tanah dan lumpur yang digunakan juga harus diperhatikan. Perlu anda ketahui bahwa campuran lumpur dalam pasir bisa melemahkan kekuatan bangunan. Sebaliknya tanah liat dan lumpur bisa menyatu lebih baik dengan material lain sehingga bangunan lebih kokoh. Sedangkan tanah liat menjadi salah satu material yang mampu menjaga keseimbangan suhu ruangan. Hal ini karena lumpur dan tanah liat mampu menahan panas yang akan dilepaskan secara berkala. Jadi pergantian musim tidak akan terlalu mengganggu hawa di dalam rumah.

Pengaruh Material Semen pada Bangunan

Satu lagi material bangunan yang memiliki pengaruh signifikan dalam proses konstruksi yaitu semen. Keberadaan semen ini sangat penting mengingat fungsinya sebagai perekat antar material (batu bata atau batako) hingga membuat pondasi kokoh. Pada dasarnya semen mengandung 4 unsur pokok yaitu batu kapur sebagai komponen utama, tanah liat, batu silica dan pasir besi. Campuran keempat unsur pokok ini akhirnya menghasilkan semen yang sangat vital perannya dalam proses pembangunan.

Semoga informasi di atas bermanfaat untuk anda..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *