Teknik-Teknik Merobohkan Gedung Bertingkat yang Aman

Gedung merupakan sebuah konstruksi bangunan bertingkat yang dibuat oleh manusia secara permanen untuk digunakan sebagai perkantoran, tempat tinggal, pusat pemerintahan dan lain-lain. Namun seiring berjalannya waktu, gedung yang awalnya kokoh lama-kelamaan akan menjadi lapuk. Jika gedung sudah lapuk, maka biasanya gedung tersebut kebanyakan ditinggalkan oleh penggunanya yang kemudian menjadikannya sebuah gedung kosong yang sudah tidak terpakai lagi.

Teknik Merobohkan Gedung Bertingkat

Gedung yang sudah tidak terpakai lagi, umumnya akan dihancurkan atau dirobohkan. Perobohan gedung ini sendiri tidak bisa dilakukan dengan sembarangan, karena harus memperhatikan keamanan, Berikut ini adalah beberapa teknik merobohkan gedung bertingkat yang aman.

  1. Implosing

Implosing adalah sebuah teknik perobohan gedung bertingkat yang dilakukan dengan cara peledakan. Jadi para pekerja akan memasang peledak di titik-titik inti pada struktur gedung bertingkat yang ingin dirobohkan. Teknik ini haruslah mempunyai perhitungan yang baik mengenai bahan peladak yang akan digunakan.

Dengan perhitungan yang matang, maka akan memungkinkan sisa dari material bangunan jatuh ke area yang aman dan sudah ditentukan serta tidak membahayakan lingkungan yang ada disekitarnya. Biasanya teknik ini sering sekali digunakan untuk merobohkan gedung yang ada diperkotaan.

  1. High Reach Arm

Teknik ini bisa dibilang merupakan sebuah teknik tradisional yang menggunakan bantuan dari alat berat yang berupa ekskavator. Cara kerjanya adalah alat perusak akan dipasangkan pada ujung ekskavator untuk membongkar struktur bangunan, kemudian para pekerja akan mulai membersihkan material-material bangunan supaya manuver dari alat berat tidak terganggu.

Meski begitu, tidak semua orang dapat menggunakan ekskavator dengan baik terutama untuk merobohkan sebuah gedung bertingkat. Diperlukan skill tinggi untuk bisa menjalankan ekskavator tersebut. Selain itu dalam prosesnya orang tersebut juga harus memiliki perhitungan yang cermat. Tujuannya adalah supaya pada saat proses perobohan gedung bertingkat bisa berjalan lancar dan tidak adanya kecelakaan atau hal-hal yang tidak diinginkan seperti bangunan yang menimpa ekskavator dan para pekerja.

  1. Crane dan Bola Besi

Untuk teknik perobohan gedung bertingkat selanjutnya adalah Crane dan bola besi. Teknik yang satu  ini bisa dibilang cukup sederhana. Hal ini karena, teknik ini hanya membutuhkan crane dan bola besi saja. Jadi crane yang terpasang sebagai sebuah pengayun sedangkan sang bola akan menjadi beban yang nantinya akan dihantamkan ke sebuah bangunan yang sudah tidak digunakan lagi. Bola besi itu sendiri biasanya mempunyai berat lebih dari 3 ton dan bisa menghancurkan berbagai jenis struktur bangunan dengan waktu yang cukup cepat.

Dalam mengoperasikan ini tentunya sang operator crane tersebut haruslah orang yang berpengalaman. Hal ini karena dalam proses penghancuran gedung sangat penting untuk memperhatikan waktu dan kualitas dari pembokaran. Tujuannya agar proses pembongkaran bisa berjalan dengan efektif dan berjalan sesuai dengan yang telah direncanakan.

  1. Menghancurkan dari Dalam

Teknik yang satu ini adalah sebuah teknik penghancuran gedung yang sudah dilakukan oleh Jepang untuk merobohkan bangunan dengan cara yang ramah pada lingkungan. Cara kerja dari teknik ini  sendiri adalah dengan menggunakan bantuan dari jack hidrolik dan beberapa teknologi maju lainnya.  Perobohan gedung bertingkat secara otomatis akan menyusut secara sendirinya.

Teknik yang satu ini adalah cara perobohan gedung yang akan menggurangi polusi debu sekitar 90%. Dengan begitu dampak untuk lingkungan disekitarnyapun bisa dibilang juga sangatlah kecil. Selain itu sampah yang berasal dari perobohan gedung tersebut juga bisa didaur ulang yang nantinya dapat dijadikan sebagai energy listrik.

  1. Sistem Hidrolik

Teknik penghancuran gedung bertingkat dengan sistem yang satu ini biasanya di kendalikan oleh sebuah komputer khusus. Jadi teknik penghancuran gedung dengan sistem hidrolik biasanya akan diawali dengan memasang tiang-tiang hidrolik di lantai dasar gedung dan bangunan yang ingin dirobohkan. Tiang-tiang tersebut berfungsi sebagai penyangga fisik gedung atau bangunan tersebut. Jika sudah maka selanjutnya adalah dengan menghancurkan lantai yang ada di bagian bawah bangunan. Meskipun lantai yang ada dibawah bangunan telah roboh, namun gedng tersebut masih bisa tetap berdiri. Hal ini karena gedung tersebut sudah ditopang oleh tiang-tiang hidrolik.

Nah jika para pekerja sudah selesai membersihkan semua sisa-sisa reruntuhan bangunan tersebut, maka lantai gedung lantas akan diturunkan lalu dihancurkan dan dibersihkan. Begitu seterusnya hingga semua bagian dari bangunan tersebut habis tak tersisa lagi.

Semoga informasi mengenai teknik merobohkan gedung bertingkat di atas bermanfaat untuk Anda..

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *